6 Alasan Pecahnya Perang Dunia 3

infoBaswara.com, Jakarta – Eskalasi konflik antar-negara di beberapa tempat belum menujukkan tren penurunan. Justeru, potensi perang terus membara di masa kini, dan masa depan.

Jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal mendamaikan konflik antar-negara dan bahkan pemberontakan intern negara, sangat terbuka kemungkinan, Perang Dunia 3 bakal meletus dalam beberapa waktu ke depan.

Inilah 6 Alasan Pecahnya Perang Dunia 3:

 

1. Konflik di Laut China Selatan

Ketegangan di Laut China Selatan yang melibatkan 6 negara di kawasan itu – belum ada tanda-tanda akan berakhir dengan jalan damai yang win win solution bagi semuanya. Apabila Amerika Serikat (AS) terlibat di dalamnya, maka perang besar tak terhindarkan.

 

2. Nafsu Perang Korea Utara

Nafsu besar Korea Utara yang terus mempersenjatai dirinya dengan Rudal Antar-Benua. Berdasarkan klaim pemimpinnya, rudal tersebut mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

Amarah Korea Utara terhadap AS tak pernah padam. Apalagi, negeri adidaya itu selalu menunjukkan dukungan terhadap Korea Selatan dan Jepang, tetangga terdekat Korea Utara.

Di sisi lain, perseteruan dua Korea yang berusia lama itu memang tak pernah usai. Korea Utara tidak pernah beritikad damai dengan saudaranya, Korea Selatan.

 

3. Konflik Timur Tengah (Suriah Cs)

Konflik di Suriah yang berkepanjangan, yang turut melibatkan Iran dan Rusia – berpotensi menyulut perang lebih luas apabila AS masuk ke dalamnya, atas nama kemanusiaan – membela pemberontak anti rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

konflik suriah terus memanas
konflik suriah terus memanas (via ranapsimanjuntak.wordpress.com)

 

4. Israel Anak Emas AS

Sepak terjang Israel yang tidak menunjukkan tanda akan berdamai abadi dengan Palestina dan sekitarnya, dapat memicu perang dalam skala luas. Mengingat, AS selalu berada di belakang Israel.

hegemoni dan sikap membela israel memantik anti as
hegemoni dan sikap membela israel memantik anti as (via acdemocracy.org)

 

Perang dapat meletus dalam tatanan global, jika keberpihakan total AS kepada Israel, dikontra oleh Rusia, China dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

 

5. Donald Trump Sang Pemicu

Terpilihnya sang pemimpin kontroversial, Donald Trump sebagai Presiden AS, yang selama ini menunjukkan tidak bersahabat dengan China, ISIS dan negara yang menurutnya sebagai pengekspor teroris (entah negara apa yang dimaksudnya), dapat memantik perang.

Lihat 11 Negara Pemicu Perang Dunia 3

Perang menjadi luas cakupannya, ketika AS bertindak semaunya terhadap negara-negara yang dianggapnya sepihak sebagai basis terorisme.

Semakin meluas cakupan perangnya, apabila Rusia dan sekutu AS di Eropa pun merespon sama.

 

6. Perburuan Energi Minyak Bumi dan Pangan

Pada akhirnya, semua negara akan bergantung pada minyak bumi sebagai penggerak segala aktivitas, termasuk perang. Maka, perebutan dan monopoli atas area yang mempunyai kandungan minyak bumi tak akan terhindarkan ke depan.

Ingat, cadangan minyak bumi terus tergerus di negara-negara sumbernya. Itu sebabnya, jika ke depan, negara-negara adidaya dipimpin oleh tirani yang enggan menempuh jalan-jalan diplomasi dan perdamaian, maka perang dapat pecah lantaran perburuan emas hitam itu. Kecuali, dalam waktu ke depan ini, energi alternatif dapat memastikan tergantinya dominasi minyak bumi.

kekurangan pangan merupakan ancaman warga dunia
kekurangan pangan merupakan ancaman warga dunia (via dw.com)

 

Ketersediaan pangan dan air bersih pun akan menjadi masalah pelik. Kedua hal itu kini semakin menipis. Kekeringan, anomali cuaca, bencana alam, berkurangnya lahan untuk tanaman pangan berganti bangunan dan infrastruktur, dan akibat perang, menjadi sekian sebab tercemarnya air tanah dan defisitnya pangan di masa kini dan terlebih di masa depan.

Air dan ketersediaan pangan yang layak konsumsi bisa jadi alasan perebutan sebuah wilayah, dan perang pun pecah.

Itulah 6 Alasan Pecahnya Perang Dunia 3 yang berpotensi terjadi di masa kini dan atau di masa depan. Semua negara dapat (terpaksa) terlibat, demi mempertahankan wilayahnya, harga diri bangsa, dan kekayaan Sumber Daya Alam-nya dari serangan atau agresi siapapun.

Akhirnya, dalam konteks itu, betul bunyi adagium yang paradoks ini: Si Vis Pacem Para Bellum, yang berarti Siapa yang Ingin Damai, Bersiaplah untuk Perang. [CT]

 

featured img: uknownworld.com

 

 

https://www.satulangkah.com

trader, trainer, digital marketer, SEO-SMO expert, content creator, web developer, growth hacker, ghostwriter, political marketing strategy | driven by heart | 0819 0824 5558 (WA only) "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa berubah untuk maju; Anda dapat lakukan apapun yang Anda mau, & menjadi apapun yang Anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)

Related posts

Leave a Reply

*