Sniper Legendaris Dunia: Lyudmila Pavlichenko

the lady of death Sniper Legendaris Dunia

Sniper Legendaris Dunia: Lyudmila Pavlichenko, tak bakal tertandingi sniper manapun di dunia. Betapa tidak, ia bukan sniper pada umumnya, karena ia seorang wanita. Kewanitaannya itulah yang menempatkannya sebagai sniper tak biasa, dengan sejumlah fakta menarik.

Inilah 23 Fakta Menarik Sniper Legendaris Dunia: Lyudmila Pavlichenko, yang dihimpun infobaswara dari berbagai sumber:

 

1. Sniper Kelahiran Ukraina

Sniper wanita legendaris ini terlahir dengan nama lengkap Lyudmyla Mykhailovna Pavlychenko (Людмила Михайловна Павличенко), pada 12 Juli 1916, di Bila Tserkva. Pada usia 14 tahun, keluarga Pavlichenko pindah ke Kiev (Ukraina); Pavlichenko, kemudian bekerja di industri logam, di pabrik Arsenal Kiev.

 

2. Si Tomboy Penyuka Sejarah

Ludal, demikian sapaan akrab Lyudmyla Pavlychenko, kala itu adalah seorang gadis cantik dan tomboy, yang ketika Jerman menginvasi Soviet pada Juni 1941, tercatat sebagai mahasiswi berusia 24 tahun, jurusan Sejarah, tahun keempat, di Kyiv University.

 

3. Kursus Menembak di Usia Belasan

Di Kiev, Lyudmyla tertarik untuk belajar menembak. Ia kursus menembak di klub Non Militer Osoaviakhim, Rusia. Ludal mendapatkan sertifikat menembak di sini. Sepuluh tahun kemudian, hobi menembak tersebut yang kemudian membawanya dalam jajaran para sniper terbaik di dunia.

 

4. Bergabung dalam Divisi Sniper

sniper legendaris dunia lyudmila pavlichenko di antara para pria
lyudmila pavlichenko, ramah dan berkarisma (via todayifoundout.com)

Lyudmila Pavlichenko ikut perang pada usia 24 tahun. Ia adalah salah satu dari 2000 perempuan sniper tentara Soviet dari divisi Chapeyevskaya (25th Rifle Division); Bersama ribuan sniper wanita lainnya, Lyudmila Pavlichenko, mendapatkan pelatihan menembak di militer Soviet. Usai perang, hanya tersisa 500 orang yang selamat dari jumlah itu, termasuk Lyudmyla.

 

5. Mulanya Ingin Menjadi Perawat

Sebagai wanita, Lyudmyla tahu posisinya dalam perang, maka sama seperti ribuan wanita lainnya, mulanya ia mendaftar sebagai perawat yang akan bertugas di garis belakang. Namun, sertifikat kursus menembaknya, menjadi alasan utama Ludal ditolak di bagian perawatan, dan langsung diterima dalam divisi sniper (25th Rifle Division).

 

6. Senapan Sniper Lyudmyla

Senapan Lyudmyla Pavlichenko adalah senapan sniper 7.62mm M1891/30 Mosin-Nagant, dengan perbesaran optik 4x PE teleskopik. Senapan ini memiliki kapasitas 5 peluru sekali isi, dan mampu menembakkan 148 butir peluru, dengan kecepatan sekitar 853,44 meter per detik, serta rentang efektif penembakan 548 meter.

SIMAK PULA – Sniper Terbaik Sepanjang Masa: Simo Hayha

 

7. Gugup di Tembakan Pertama

sniper legendaris dunia lyudmila pavlichenko
lyudmila pavlichenko, sempat gugup di bidikan pertama (via famousfix.com)

Dalam pertempuran pertamanya, Lyudmyla gugup dan karena itu badannya gemetar. Bahkan, ia sempat ragu apakah telah melakukan pilihan yang tepat dalam hidupnya. Namun, rasa ragu dan gemetar itu perlahan sirna, manakala seorang tentara pria yang dianggapnya sangat baik, tertembak dan tewas tepat di sampingnya. Patriotismenya muncul, dan segera mengarahkan bidikannya. Bidikan pertama itu menjadi korban pertama Ludal.

Tembakan pertama Lyudmyla terjadi di dekat Belyayevka, sebuah bukit strategis yang harus dipertahankannya. Dalam aksi perdananya itu, Ludal bersama dengan seorang spotter (observer) sukses menembak mati dua tentara Jerman. Dan sejak saat itu, bidikan tepat Lyudmyla seolah tak terbendung!

 

8. Data Tewas yang Diragukan

Sejumlah akademisi meragukan bahwa Lyudmyla telah menewaskan 309 tentara Jerman, sebagaimana yang sering dikutip dalam banyak media, namun lebih banyak orang percaya dengan data tersebut.

Ratusan tentara Jerman itu tewas dalam bidikan Lyudmyla dalam kurun waktu 10 minggu, pada tahun 1941.

 

9. Lebih Hebat dari Vasily Zaytsev

Menewaskan 309 tentara, 36 sniper Jerman dan pejabat tinggi Jerman, Lyudmila Pavlichenko, disebut-sebut lebih hebat dari Vasily Gregorievich Zaytsev, sniper kenamaan Soviet lainnya, yang bertugas di tahun yang sama; Zaytsev tercatat menewaskan 225 tentara dan 11 Sniper Jerman, dalam kurun waktu November hingga Desember 1942.

 

10. Promosi Sersan Senior

Dalam pertempuran di pelabuhan Odessa pada bulan Agustus sampai Oktober 1941, Lyudmyla dikonfirmasi berhasil menewaskan 187 tentara Jerman (dalam waktu 2,5 bulan). Lantaran itu, ia naik pangkat menjadi Sersan Senior.

 

11. Terluka 4 kali

Lyudmyla bukan wonder woman! Ia wanita biasa yang mengalami brutalnya pertempuran. Sang Sniper Legendaris Dunia itu terluka 4 kali. Lukanya yang keempat kali itu, cukup parah. Ia terkena ledakan mortir pada Juni 1942. Lyudmyla akhirnya dievakuasi keluar dari medan tempur Sevastopol, dengan menggunakan kapal selam. Miris, suaminya, seorang rekan seperjuangan, terbunuh dalam pertempuran itu.

Pada Juli 1942, rezimennya pun bubar. Spanduk logo kesatuan ditenggelamkan di Laut Hitam dan personil yang tersisa dipindahkan ke unit lainnya.

 

12. Cakap Berposisi & Kamuflase

Dalam perang terbuka dan sulit seperti di Odessa, Ludal selalu bergerak mencari posisi terbaik. Pergerakannya sulit terdeteksi Jerman. Ketika dalam posisi bagus, ia mampu diam berjam-jam dengan suplai logistik terbatas.

Teknik kamuflase Ludal  pun mumpuni. Ia sulit terlacak sniper Jerman. Dan salah satu duel terlamanya dengan sniper Jerman, memakan waktu sampai 3 hari.

 

13. The Lady of Death

Lyudmila Pavlichenko mendapatkan julukan The Lady of Death dalam Perang Dunia II. Julukan itu tersemat abadi baginya.

 

14. Pahlawan Soviet

sniper legendaris dunia, lyudmila pavlichenko, pahlawan bagi soviet
dekat dan ramah dengan warga (via mashable.com)

Atas jasanya, pada Mei 1942, ia dipromosikan sebagai Letnan dan resmi diakui oleh Tentara Merah sebagai Pahlawan Soviet.

 

15. Meraih Gelar Tertinggi

Setelah Mei 1942 dipromosikan sebagai Letnan, pada 1943, Lyudmila dianugerahi gelar: Hero of the Soviet Union. Ia menjadi Pahlawan Soviet, yang tidak pernah kembali lagi ke medan tempur yang membesarkan namanya. Kepiawaiannya menembak, diturunkan kepada para juniornya di sekolah penembak jitu Soviet hingga perang usai.

 

16. Lanjut Kuliah

Usai perang, Ludal melanjutkan kuliah jurusan Sejarah-nya yang tertunda di tahun 1941.

 

17. Asisten Peneliti

Dalam kurun waktu  1945 hingga 1953, Lyudmila Pavlichenko menjadi asisten peneliti dari markas Kepala Angkatan Laut Soviet, dan di Komite Soviet untuk Veteran Perang.

 

18. Orang Soviet Pertama yang Diterima Franklin Roosevelt

sniper legendaris dunia lyudmila pavlichenko bertemu eleanor roosevelt
bertemu eleanor roosevelt (via mithsonianmag.com)

Dalam rangka aksi hubungan masyarakat, pada tahun 1942, Lyudmila Pavlichenko melakukan perjalanan ke Amerika dan Kanada. Di Amerika, ia disambut di White House oleh Presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt. Kemudian, first lady Eleanor Roosevelt, mengatur tur nasional untuk pahlawan Soviet itu.

Lima belas tahun kemudian, istri presiden ke-32 itu mengunjungi apartemen Lyudmila Pavlichenko di Moskow, dan mendengar cerita perangnya sekali lagi, secara langsung. Tampak  persahabatan yang tulus terjalin di antara keduanya.

 

19. Ada Perangko Dirinya

Lyudmila Pavlichenko meninggal dunia pada 10 oktober 1974 dalam usia 58 tahun. Atas pengabdiannya kepada Negara, pemerintah Uni Soviet memberikan tanda jasa penghargaan Gold Star of Hero, sebuah penghargaan tertertinggi di Uni Soviet.

Perangko dan meterai bergambar dirinya pun diterbitkan pemerintah Soviet untuk mengenang jasa, sang sniper legendaris dunia.

 

20. Kisah Lyudmila Difilmkan

Bitva za Sevastopol (atau: Battle for Sevastopol) adalah film kerjasama Rusia dan Ukraina yang mengisahkan tentang Sniper Legendaris Dunia itu. Film Battle for Sevastopol hanya sedikit menampilkan adegan sniper The Lady Death itu, sebab film tersebut justeru bergenre drama, yang lebih menekankan pada sisi kewanitaan sang sniper.

battle for sevastopol based on true story
battle for sevastopol based on true story (via youtube.com)

Sejumlah kritikus film menganggap, Battle for Sevastopol adalah film yang lebih baik dari American Sniper, yang berbau propaganda Amerika.

 

21. “Miss Pavlichenko”

Pada tahun 1946, Woody Guthrie seorang penyanyi anti fasis dari Amerika membuat lagu tentang Ludal, berjudul: “Miss Pavlichenko”.

 

22. Idola Sniper Joanna Palani

Lyudmila Pavlichenko adalah idola sniper keturunan Denmark-Irak, Joanna Palani, yang sangat diburu ISIS, lantaran telah banyak menewaskan anggotanya. ISIS menawarkan hadiah US$ 1 juta (=Rp 13 miliar) bagi siapa pun yang berhasil membunuh Joanna, sniper wanita yang sempat beraksi di Aleppo-Suriah, dan namanya mencuat belakangan ini, dengan julukan “Dewi Kematian ISIS”.

 

23. Quotes Lyudmila Pavlichenko

“Adalah kepuasan besar yang dirasakan pemburu yang telah membunuh seekor binatang pemangsa”.

 

Itulah 23 Fakta Menarik tentang Sniper Legendaris Dunia: Lyudmila Pavlichenko, yang akan terus menjadi legenda sniper terbaik dunia.

 

 

 

Lihat pula:

8 Pasukan Elit Terbaik di Dunia 2017

 

 

 

https://www.satulangkah.com

trader, trainer, digital marketer, SEO-SMO expert, content creator, web developer, growth hacker, ghostwriter, political marketing strategy | driven by heart | 0819 0824 5558 (WA only) "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, Anda bisa berubah untuk maju; Anda dapat lakukan apapun yang Anda mau, & menjadi apapun yang Anda ingin jadi" (calvyntoar/jan 2016)

Leave a Reply

*