Gita dan Gempita Natal di Manado

lilin natal

infoBaswara.com, Manado – NUANSA Natal selalu datang lebih awal di Manado. Begitu bulan berakhiran “ber” tiba, yaitu bulan September, Kota Manado segera berhias diri. Dimulai dari Gereja-gereja yang melakukan kegiatan bersih-bersih halaman dan ruangan dalam. Pohon Natal (pohon terang) berukuran jumbo, pasti ditempatkan di salah satu posisi utama. Hiasan atau aksesoris Natal pun mulai dipasang di dalam dan luar ruangan. Panitia Natal dibentuk. Latihan vocal group dan atau paduan suara, khusus untuk menyanyikan lagu Natal pun, segera berlatih. Tak terkecuali, berlatih drama, jika dalam prosesi acara ada penampilan drama Natal, dlsb.

Pertokoan dan mal juga begitu. Berhias diri! Aksesoris Natal menghiasi berbagai sudut toko. Di mal, sudah pasti, pohon Natal berukuran besar akan ditempatkan sebagai spot utama. Lagu Natal pun menggema, menemani para pembeli yang hilir-mudik. Diskon besar-besaran semua item pun terpampang di sana-sini, menggoda para penikmat belanja untuk memborongnya.

Penuh sesak para pengunjung toko juga mulai terasa. Baju baru, tentu saja yang menjadi daftar nomor satu yang wajib dibeli. Di sisi lain, para ibu memadati pasar, membeli segala keperluan untuk membuat kue Natal. Di bulan Desember, aroma khas kue Natal Manado sangat ‘menyengat’. Tak ada orang yang dapat menahan rasa untuk bersegera mencicipinya. Hmm, nyam-nyam… Beberapa kue Natal Manado, seperti kue Fantasi (Nastar) Daun dan Bulat, Sultana, Korma, Putri Salju, dll terkenal sangat gurih dan sedap-abizz…

Hotel dan restoran tak mau ketinggalan. Mempersiapkan diri begitu rupa menyambut hari besar ini. Berbagai promo acara Natal dan Tahun Baru telah digagas jauh hari, dan ditawarkan kepada calon tamu.

Rumah warga yang beragama Kristen, sejak September biasanya telah memasang pohon Natal-nya, dilengkapi dengan akseoris bola-bola warna-warni, santa klaus, bintang dan lampunya yang kelap-kelip – Semuanya, tak sekadar mencipta keindahan, tetapi ada sebuah suasana damai memuncah karenanya. Lagu-lagu Natal mulai disetel dan menggema di rumah warga yang merayakannya – Suasana religi terasa merambah hati siapapun yang melintas dan mendengar gita Natal, seperti: Have Yourself A Merry Little Christmas, I’ll Be Home for Christmas, O Holy Night, Little Drummer Boy, Jingle Bell, Silent Night, dll.

 

parade sinterklas di manado
parade sinterklas di manado (via klikhotel.com)

 

Di awal Desember, gempita Natal kian mengental. Biasanya, diadakan semacam parade Santa Klaus (Sinterklas). Beberapa gereja memang masih mengadakan event Sinterklas. Para kaum muda gereja membentuk panitia kecil untuk event tersebut. Anak-anak Sekolah Minggu dikunjungi Sinterklas dan beberapa Zwarte Piet (Piet Hitam). Hal ini tak hanya dalam rangka menyambut Natal, tetapi menjadi semacam ‘pembelajaran’ kepada anak-anak Sekolah Minggu, bahwa anak yang baik akan mendapatkan gift dari Sinterklas, sedangkan anak yang bandel, siap-siap dipelototi si Piet Hitam, supaya maksudnya, kapok menjadi anak bandel. Memang, eksistensi Santa Klaus masih dipertahankan di Manado.

Singkat kata, nuansa dan aroma Natal telah terasa di kota Manado, jauh sebelum hari itu tiba. Memang, jika Anda ingin menikmati suasana Natal yang damai, khusuk, dan gempita, Manado adalah destinasi yang tepat untuk itu! Tidak ada kota lain di Indonesia seperti di kota Manado, yang menempatkan perayaan Natal sebagai sesuatu yang luar biasa.

Di moment menjelang Natal, para Manado Diaspora (Manado perantau) akan berusaha pulang ke kampung halamannya. Bertemu orangtua dan sanak-keluarga. Lalu, di malam Natal (tanggal 24 Desember), sekeluarga, saudara bersaudara, dan handai taulan, bersama datang beribadah di gereja. Bersyukur, bahwa Natal kali ini masih dapat berjumpa lagi semuanya, dalam keadaan sehat dan limpah dengan berkat Tuhan. Glori in Excelcis Deo!

 

suasana natal & tahun baru di manado
suasana natal & tahun baru di manado (via magazine.banananina.co.id)

 

Di saat Natal tiba, yaitu tepat tanggal 25 Desember, kedamaian dan keramaian berpadu kental di kota Manado. Hal itu sangat terlihat, di Gereja-gereja, dan di pusat-pusat keramaian. Di beberapa jalan utama, seperti Jalan Piere Tendean, Anda bisa jadi tidak bisa melintas dengan kendaraan bermotor. Apa sebab? Karena jalanan penuh sesak dengan warga yang berjalan kaki santai, menikmati suasana malam di bibir pantai Boulevard. Suasana semacam itu akan mencapai puncaknya di malam Tahun Baru (31 Desember). Di malam pergantian tahun, kawasan Boulevard sudah pasti menjadi pusat berkumpulnya warga Manado melewatkan malam terakhir di tahun berjalan.

 

ibadah natal bersama keluarga
ibadah natal bersama keluarga (via humaspemkotmanado.blogspot.co.id)

 

Kedamaian dan keramaian Natal dan Tahun Baru di Manado akan terus terasa hingga dengan akhir Januari di Tahun yang Baru. Sekali lagi, ini luar biasa! Luar biasa, karena tak ada kota manapun di Indonesia yang bersuasana Natal dan Tahun Baru yang penuh kedamaian sekaligus gempita keramaian, seperti di kota Manado.

Jadi, jika Anda ingin merasakan kedamaian Natal yang sesungguhnya, berbalut dengan gita dan gempita kota, Anda harus datang ke Manado! Dijamin, Anda tak akan kecewa!

So, siapkan kamera terbaik Anda, dan capture-lah momen-momen terbaik, yang tidak akan Anda jumpai di tempat lain!

Selamat Hari Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017!

 

sumber: manadobaswara.com

featured img: santoantonius.blogspot.com

 

https://www.satulangkah.com

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | Driven by Heart | 0881 0244 23948 (WA only) | "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (Calvyn Toar - Jan 2016).

Leave a Reply

*