Jennifer Aniston Sukses Berliku

jennifer-aniston-sukses-berliku

JAKARTA, infoBaswara – Berada di puncak ketenaran seperti sekarang ini tak diraih dengan mudah oleh seorang Jennifer Aniston, aktris kelahiran Sherman Oaks, California, 47 tahun silam. Jen, demikian sapaan akrabnya, menempuh jalan berliku untuk menjadi dirinya yang sekarang, sebagai aktris papan atas, produser bahkan sutradara.

Jennifer Aniston menghabiskan masa kecilnya di New York. Dalam usia 5 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Yunani, karena ayahnya ingin studi kedokteran. Namun, setelah setahun menetap di negeri para dewa, John Aniston, ayahnya memutuskan untuk menjadi aktor, dan kembali memboyong keluarga ke New York. Ibu Jen sendiri bekerja sebagai aktris. Jadi bisa dibilang, Jennifer Aniston terlahir dari keluarga showbiz. Tetapi, apakah hal itu memuluskan jalannya mencapai sukses?

Masa bahagia Jen bersama keluarganya tak berlangsung lama. Di usianya yang ke-9, ayahnya memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan tinggal dengan wanita lain. Mulai saat itulah, Jen tinggal dengan ibunya di New York.

Jen mulai menyadari bakat aktingnya ketika bergabung dengan klub drama di Rudolf Steiner School. Guna mengasah bakatnya, pada usia 15 tahun, Jen mengambil studi di Fiorello H. LaGuardia High School of Music & Art and Performing Arts. Tamat dari situ, Jen mulai membuka jalannya ke persaingan ketat aktris Hollywood.

jennifer-aniston-cerita-sukses
Jennifer Aniston nyaris menyerah mengejar impiannya (img: today.com)

Peran pertama Jen adalah peran dalam produksi broadway, berjudul For Dear Life pada tahun 1989. Disusul dengan Dancing on Checkers grave. Keduanya tak membawa ketenaran untuk Jen. Tahun itu pula ia memutuskan pindah ke Los Angeles (L.A) untuk berakting sekaligus mengunjungi ayahnya lagi.

Di L.A Jen bekerja di sebuah restoran sebagai pelayan untuk menghidupi dirinya. Pekerjaan sebagai pelayan dilakoninya di malam hari. Di siang hari, ia berjuang keras mengikuti banyak audisi untuk mengejar impiannya. Kegagalan demi kegagalan ia terima dalam audisi-audisi tersebut. Sampai suatu waktu, manager di restoran tempat ia bekerja, menyarankannya untuk menurunkan berat badan agar terlihat lebih cantik. Saran tersebut diikuti Jen. Hasilnya, Jen mulai mendapatkan peran kecil di televisi, pada tahun 1990, dalam serial berjudul: Molloy. Sayang, serial ini hanya berlangsung 2 episode saja.

Setelah Molloy, Jennifer mendapatkan peran lagi dalam film televisi berjudul: Camp Cucamonga. Lalu, serial televisi berjudul: Ferris Bueller, yang hanya bertahan 13 episode. Dalam kedua serial televisi tersebut, nama Jen tak banyak diingat publik Amerika, karena serial tersebut memang ‘kurang laku’ di mata publik.

Belum patah semangat, dalam kurun waktu tahun 1992 hingga 1993, Jennifer kembali mendapatkan peran dalam beberapa serial komedi televisi, seperti: The Edge (sebagai pemeran utama). Lalu, serial komedi (sebagai bintang tamu), berjudul: Quantum Leap, Herman’s Head dan Burke’s Law.

Semua perannya dalam serial komedi itu pun tak melambungkan namanya. Inilah masa-masa sulit Jennifer.

jennifer-aniston-terlahir-dari-keluarga-showbiz
Jennifer Aniston terlahir dari keluarga showbiz (img: hollywoodreporter.com)

Di awal tahun 1993 pula, Jen mendapatkan peran pertama dalam film layar lebar, berjudul: Leprechaun, sebagai Tory Reding. Kendati film bergenre horor tersebut gagal total menarik para penonton dan kritikus film Amerika, Leprechaun, diingat publik dan media Amerika sebagai titik awal karir Jennifer Aniston di kancah industri perfilman Hollywood.

Sebenarnya, kegagalan demi kegagalan serial televisi yang sempat dibintanginya, serta gagalnya debut pertamanya di film layar lebar (Leprechaun), telah membawa Jen pada suatu titik hendak menyerah dari impian menjadi seorang aktris populer.

Namun, semangat mengejar mimpi, memompa semangat Jen untuk survive. Dan, bintang terang Jen mulai bersinar, ketika di tahun 1994, Jennifer Aniston mendapatkan peran sebagai Rachel Green dalam serial televisi, berjudul: Friends. Tadinya, peran sebagai Rachel akan diberikan kepada Monica Geller, tapi Jennifer berhasil meyakinkan sang produser, bahwa dialah yang tepat untuk peran itu.

jennifer-aniston-friends
Jennifer Aniston Friends (img: news.com.au)

Peran sebagai Rachel, mempertemukan Jennifer Aniston dengan Courteney Cox, Lisa Kudrow, David Schwimmer, Matthew Perry dan Matt LeBlanc. Perpaduan mereka semua dalam serial sitkom itu menuai sukses besar. Bahkan, kesuksesan serial Friends menembus banyak negara, termasuk Indonesia. Jutaan orang pun mulai mengenal dan menggemari Jennifer Aniston. Fashion yang dikenakan Jennifer, hingga model rambutnya (Rachel Cut) pun menjadi trend, dan mulai diikuti orang.

Setelah Friends, langkah Jen tak terbendung lagi. Ia mendapatkan banyak peran utama dalam banyak film layar lebar, seperti: She’s the One, pada tahun 1996 (bermain bersama Edward Burns, Cameron Diaz, dll). Lalu pada tahun 1997 dalam film: Picture Perfect (bermain bersama Kevin Bacon, Jay Mohr, dll). Selanjutnya, film-film berikut ini dimainkan Jennifer dengan sukses: The Object of My Affection (1998), The Good Girl (2002), Bruce Almighty (2003), Along Came Polly (2004), The Break-Up (2006), dll.

jennifer-aniston-win-people-magazine-awards
Jennifer Aniston win People Magazine Awards (img: hollywoodreporter.com)

Di tahun 2001, Jennifer Aniston mulai menuai banyak penghargaan bergengsi dalam dunia perfilman Amerika, dan juga Swedia, terutama dalam perannya di sitkom Friends, seperti: People’s Choice Award: Favorite Female Television Performer, Friends (2001). Emmy Award: Outstanding Lead Actress in a Comedy Series, Friends (2002). Hollywood Film Festival: Actress of the Year (2002). Teen Choice Award: Choice Movie Actress- Drama/Action AdventureThe Good Girl (2003), Aftonbladet TV Prize, Sweden: Best Foreign TV Personality – Female, Friends (2004), dll.

Akhirnya, dengan tekad dan perjuangannya yang keras, Jennifer Aniston dapat mencapai kesuksesannya setelah sabar melintasi jalan berliku.

“Jalan kesuksesan sejatinya tak mudah. Hanya yang survive dan kreatiflah yang menang” (Calvyn Toar).

 

dari berbagai sumber

featured img: el-cine-en-rosa.blogs.diezminutos.es

https://www.satulangkah.com

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | Driven by Heart | 0881 0244 23948 (WA only) | "Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (Calvyn Toar - Jan 2016).

Leave a Reply

*