Isi Pidato Obama

emotional obama farrewell speech

infoBaswara.com, Chicago – Presiden Obama akan mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada saat pelantikan Donald Trump, 20 Januari 2017 mendatang. Pidato perpisahan pun disampaikan Obama di hadapan puluhan ribu warga AS yang terus mengelukannya sepanjang pidato berlangsung.

Beberapa hal penting disampaikan Barack Obama dalam pidato terakhirnya itu, di antaranya meminta kepada warga AS untuk memastikan proses transisi presiden berjalan aman dan damai; sebagaimana proses yang sama ketika transisi dari Presiden Bush kepada dirinya. Ia pun meminta rakyat AS untuk tidak menyerah pada ketakutan terhadap pemimpin yang baru, dan tetap menjaga demokrasi yang sudah terbangun.

“Demokrasi bisa melemah saat kita menyerah pada ketakutan. Jadi kita, sebagai warga negara, harus tetap waspada pada agresi eksternal, kita harus waspada terhadap upaya pelemahan nilai-nilai yang membuat kita menjadi diri kita yang sebenarnya,” ucap Obama, seperti dilansir detikcom, Rabu (11/1/2017).

Obama juga menyinggung tentang upayanya melawan terorisme dan upaya menutup penjara Guantanamo (penjara khusus untuk anggota al-Qaeda dan Taliban).

“Itulah mengapa, selama 8 tahun terakhir, saya berupaya melawan terorisme dengan landasan hukum yang lebih teguh. Itulah mengapa kita mengakhiri praktik penyiksaan, berupaya menutup Gitmo (penjara Guantanamo) dan mereformasi hukum yang mengatur pengintaian untuk melindungi kebebasan pribadi dan sipil,” terang Obama.

Obama pun menyinggung soal sikap pemerintahannya yang menolak diskriminasi terhadap warga muslim Amerika, hak asasi manusia, kaum perempuan dan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

“Itulah mengapa saya menolak diskriminasi terhadap warga muslim Amerika,” ucap Obama, yang disambut tepuk tangan riuh dari puluhan ribu warga yang hadir.

“Itu menjadi bagian dari membela Amerika. Pertempuran melawan ekstremisme dan intoleransi dan sektarianisme dan chauvinisme menjadi satu bagian dengan pertempuran melawan otoritarianisme dan agresi nasionalis,” ungkap Obama.

Lihat Pidato Obama penuh Emosional

Dalam pidatonya itu, Obama juga menyampaikan kritiknya terhadap orang-orang yang hebat berdebat di internet.

“Jika Anda lelah berdebat dengan orang asing di internet, cobalah berbicara langsung dengan salah satu dari mereka di kehidupan nyata,” kata Obama.

selamat tinggal obama
(via scmp.com)

 

“Jika sesuatu perlu diperbaiki, maka kencangkan tali sepatu Anda dan mulai melakukan perencanaan. Jika Anda kecewa pada pejabat yang terpilih, ambil formulir, cari tanda tangan dan calonkan diri Anda. Tunjukkan. Dalami. Bertekun,” lanjut Barry, panggilan masa kecil Obama sewaktu di Indonesia.

Hal lain, dalam pidato terakhirnya, Presiden Amerika keturunan Nigeria itu mengatakan perihal ISIS dan Rusia, yang keduanya dianggap sebagai musuh radikal dan rival.

“Jadi kita harus waspada, tapi tidak takut karena ISIS akan mencoba membunuh orang-orang tak bersalah. Tapi mereka tak bisa mengalahkan Amerika, kecuali kita mengkhianati konstitusi kita, dan prinsip-prinsip kita dalam perjuangan itu,” tegas Obama.

“Rival-rival seperti Rusia atau China tak bisa menandingi pengaruh kita di seluruh dunia – kecuali kita menyerah atas apa yang kita perjuangkan, mengubah diri kita menjadi negara besar lainnya yang mengganggu tetangga-tetangga yang lebih kecil,” lanjut Obama, yang kembali disambut dengan tepuk tangan riuh.

Jika Donald Trump selalu berkata Make America Great Again, Obama membuat frasa menarik dalam pidatonya: “Amerika kini tempat yang lebih baik, lebih kuat dibanding saat kita baru memulai.”

Di bagian awal pidato perpisahan Barack Obama, Presiden AS ke-44 itu, sempat mendengar jelas perkataan sejumlah warga yang hadir di McCormmick Place: “empat tahun lagi,” dan dibalas Obama: “Anda tahu, saya tidak dapat melakukan itu.” Perkataan sejumlah warga AS itu menggambarkan kecintaan mereka kepada Obama, yang telah 8 tahun memimpin Amerika dengan sejumlah pencapaian positif

Terlepas dari semua materi pidato perpisahan Obama yang disinggung di atas, di awal pidatonya, ia menekankan pentingnya rakyat Amerika kembali bersatu, dan meninggalkan semua perpecahan dan polarisasi yang terlanjur terbentuk di antara warga, akibat kampanye presiden beberapa waktu sebelumnya.

Pidato Presiden Barak Obama tersebut disusun selama berbulan-bulan, dan dibantu oleh beberapa orang staf kepresidenan. [CT]

 

featured img: 6abc.com

 

 

https://www.satulangkah.com

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | Driven by Heart | 0881 0244 23948 (WA only) |"Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (Calvyn Toar - Jan 2016).

    Leave a Reply

    *