Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Alasan Pembekuan Kerjasama Militer TNI – Australia

militer tni vs adf australia

InfoBaswara.com, Jakarta – Panglima TNI Gatot Nurmantyo, mengungkapkan kepada wartawan, Kamis (5/1/17), di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan,  perihal alasan pemerintah Indonesia melalui TNI memutuskan hubungan kerjasama militer dengan Australia (Australian Defence Force – ADF).

Bermula, di bulan Oktober 2016, seorang instruktur TNI Angkatan Darat yang sedang mengajar di fasilitas pelatihan Special Air Service (pasukan khusus Australia), menemukan materi dan kurikulum yang sangat melecehkan Indonesia. Parahnya, ideologi Pancasila direndahkan.

‎”TNI AD mengirimkan seorang perwira di Special Air Service. Pada saat mengajar di sana, ditemukan hal tidak etis sebagai negara sahabat, yang mendiskreditkan TNI dan bangsa Indonesia, bahkan ideologi Pancasila,” ucap Gatot.

Tak hanya soal materi dan kurikulum pelatihan militer yang sangat merendahkan Indonesia, tetapi sampai kepada tugas dari siswanya, dan Pancasila yang diplesetkan, beserta 5 sila Pancasila.

panglima tni jenderal gatot nurmantyo
panglima tni jenderal gatot nurmantyo (via tribunnews.com)

 

“Contoh, kurikulumnya dan pelajarannya. Pekerjaan siswanya pun sama, terlalu menyakitkan, sehingga tidak perlu dijelaskan. Tentang tentara yang dulu, Timor Leste, Papua juga harus merdeka, dan tentang Pancasila yang diplesetkan jadi Pancagila. Tidak benar,” imbuh Gatot.

‎Padahal, menurut Gatot Nurmantyo, prajurit TNI dibina dan mendapatkan doktrin yang benar tentang Pancasila, sebagai ideologi negara yang tak sekadar menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus dicintai dan dijunjung sampai kapanpun. Sementara, pihak Australia dengan arogan melecehkannya.

“Setiap tentara itu dalam pendidikan ada doktrin. Doktrinnya agar sangat mencintai ideologinya, ideologi bangsanya. Dengan demikian maka dia siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk menghadapi apapun juga. Kemudian apabila akan berperang, maka disampaikan bahwa musuhnya tidak sama dengan ideologinya, atau bertentangan. Dengan demikian ada perjanjian kerjasama antara TNI dan angkatan bersenjata Australia,” kata Gatot dengan tegas.

Lihat Data & Fakta Pasang Surut Hubungan Indonesia – Australia

Akibat sikap tidak terpuji militer Australia, sejak 9 Desember 2016, TNI mengambil langkah tegas. TNI mengirim surat resmi untuk membekukan kerjasama militer dengan Australia dalam segala aspek. Termasuk, menarik semua perwira yang menjadi instruktur dan membawa pulang semua prajurit TNI yang mengikuti latihan dan pendidikan militer di Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

“Dari situ maka saya tarik guru tersebut dan saya hentikan dulu (segala bentuk kerja sama militer),” tutup Gatot.

Hubungan Indonesia dengan Australia berkali-kali mengalami pasang-surut. Setidaknya, hubungan tak harmonis dengan negara tetangga itu sudah terjadi sejak 2013, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menarik pulang Najib Riphat, Dubes RI untuk Australia saat itu, sebagai bentuk protes keras, lantaran kelakuan intelijen Australia yang meretas ponsel SBY sejak tahun 2009.

Kendati terganggunya hubungan kerjasama militer Indonesia dan Australia, pada tingkat yang lebih luas, hubungan kedua negara bersahabat, tetap baik-baik saja. [CT]

 


Lihat juga:

Bendera Papua Merdeka di KJRI

 

 

https://www.satulangkah.com

Digital Marketer, SEO-SMO Expert, Content Creator, Web Developer, Ghostwriter, Political Marketing Strategy, Trader | Driven by Heart | 0881 0244 23948 (WA only) |"Sepanjang masih hidup & kuatnya ikhtiar, anda bisa berubah untuk maju; anda dapat lakukan apapun yang anda mau, & menjadi apapun yang anda ingin jadi" (Calvyn Toar - Jan 2016).

    Leave a Reply

    *